Sabtu, 12 Mei 2012

Mianhae


Annyeong!!!
Author baru lagi bikin ep ep nih, pada pengen baca gak #reader: (gelenggeleng)#
Nih langsung aja deh, author juga males nulis lagi, pokoknya intinya semua yang adha di sini Sungmin, walau entar pair nya bisa ganti ganti #tawa nista#

Mianhae

.
Cast : Sungmin , Siwon, Kyuhyun
.
Warn : Genderswitch, kalo gak suka silakan pergi, ha ha ha
.
Summary : Sungmin, yeoja imut yang memiliki masa lalu yang kelam, Ia ingin merubah semuanya namun banyak hal yang membuatnya galau, apa sungmin berhasil? 
-
-

Author POV

            Sungmin kembali meringkuk di samping tempat tidurnya, bahunya bergetar hebat mengiringi bulir bulir bening yang terus mengalir membasahi apapun yang dilewatinya. Hatinya benar-benar sakit tak kala sebelumnya Appanya datang dan mengatai sungmin sebagai wanita murahan dan tak punya harga diri. Sungmin sadar ia memang seperti itu, tapi itu dulu sebelum ia mulai merubah hidupnya.
            CKLEK
            Sungmin masih terus menangis, tak menghiraukan siapapun yang kini membuka pintu kamarnya. Hatinya masih begitu terluka menyadari bahwa dirinya akan selalu dianggap rendah oleh Appanya.
            “Minnie, gwenchana?” sapa yeoja paruh baya yang dipanggil Umma oleh Sungmin atau Minnie. Sungmin mendongakkan wajahnya. dengan segera ia memeluk Ummanya itu, air matanya semakin deras mengalir.
            “Minnie, sudahlah, uljima ne. umma ada disini untukmu” kata sang Umma menenangkan anak semata wayangnya.
            Sungmin masih terus menangis sambil memeluk sang Umma, tak sedikitpun ia ingin melepaskan Ummanya barang sedetik. Sang Umma pun mengerti akan keadaan putrinya itu. Dengan lembut dan penuh perasaan sang Umma mengelus rambut sungmin untuk menenangkannya. Tak lama setelah itu pelukan Sungmin mulai mengendur, tak ada lagi tangisan yang terdengar. Sungmin tertidur, ia mungkin sangat lelah hari ini. Bagaimana mungkin seorang yeoja yang masih sangat muda, harus diperlakukan seperti ini oleh Appanya sendiri. Mungkin ini memang kesalahan Sungmin sendiri di masa lalu.


Flashback On
            “Mau jadi apa kamu, anak bodoh. Kamu pikir dengan melepas kevirginanmu untuk lelaki b^ng^at itu bisa menjamin hidupmu.” Kata sang Appa dengan suara yang sangat amat keras.
            Sungmin diam dipelukan sang Umma, dia menunduk, sejujurnya sungmin malu mengetahui kebodohannya. Dia sangat tahu konsekuensinya kalau ia sudah bertindak dibatas kewajaran. Kebebasan yang selama ini ia dapat, ia salah gunakan, dan akhirnya dia sendiri yang akan menanggung akibatnya.
            “Sudah Yeobo, Minnie masih sangat muda, dia mungkin hanya terlalu meluapkan perasaan cintanya sehingga melakukan hal itu” kini giliran sang umma yang bicara, ia mencoba untuk menenangkan suaminya yang terbakar api kemarahan.
            “Hah, terus saja kau bela anakmu itu, dia sudah melakukan hal yang menjijikkan itupun masih tetap kau bela” Appa sungmin berlalu setelah meluapkan semua kemarahannya.
            Sungmin menangis dipelukan sang Umma, ummanya yang memang berhati malaikat itu hanya bisa tersenyum, walau hatinya memang sangat terluka dan kecewa atas apa yang telah sungmin lakukan. Mungkin sifat sang umma sangat berbeda dengan Appa sungmin, appanya memiliki sikap yang tegas dan keras, namun tak dapat dipungkiri kalau ia sangat menyayangi keluarganya.

Flashback Off

Keesokan paginya

            Sungmin kini sudah rapi dengan seragam sekolahnya, dia sedikit melupakan kejadian semalam yang memang sangat menyakitkan hati itu. Dia tetap tegar menghadapi semuanya, karena ia sudah berjanji untuk bisa merubah dirinya menjadi lebih baik.
            Sungmin berjalan sedikit takut takut menuju ke meja makan. Ia takut kalau Appanya akan bersikap seolah sungmin tak ada. Karena hal itulah yang selalu terjadi kalau kejadian seperti semalam kembali terulang. Namun beruntung bagi sungmin, appanya sudah pergi sejak dini hari tadi. Tentu saja untuk bekerja, appanya adalah seorang pengusaha yang sangat sukses, tak jarang ia sering ke luar negeri dan mungkin akan pulang 1-2 minggu lagi.
            Hah, sungmin sedikit lega mengetahui kenyataan itu. Tak lama wajah malaikat umma sungmin muncul dari dapur, sambil memegang semangkuk bubur. Dia tersenyum memandang putri yang sangat ia sayangi. Umma sungmin memang sangat memanjakan sungmin, namun sungmin sadar, kalau ia dimanjakan bukan berarti dia harus manja, siapapun tahu kalau sungmin itu yeoja yang sangat mandiri.
-
-
-
            “Minnie, kau pasti semalam bertengkar lagi dengan Appamu?” tanya seorang namja tampan dengan tubuh tinggi atletis sambil menatap sungmin dengan tatapan ibanya.
            “ngg, n-ne oppa, Appa kembali mengataiku wanita murahan” jelas sungmin dengan menundukkan kepalanya, bahunya bergetar lemah.
            Namja itu mendekatkan duduknya dengan sungmin dan memeluknya erat, menyalurkan jutaan perasaan cinta kepada yeoja imut ini. Ia mencoba merasakan beban yang dihadapi yeojachingunya itu, tak sering pula ia ikut menangis ketika mendengar cerita dari yeoja yang amat sangat ia cintai itu.
            “siwon oppa, aku sudah tidak kuat lagi seperti ini terus, ini terlalu menyakitkan untukku” jelas sungmin lagi dengan air mata yang sudah mengalir bebas di pipi mulusnya. Siwon mengeratkan pelukannya, tak berapa lama air matanya ikut mengalir.
KRIIINNNGGGG
            Suara bel menginterupsi kegiatan mereka, sungmin dan siwon segera mengapus air mata masing-masing dan berjalan menuju ke kelas. Suara bisik-bisik mulai terdengar ketika mereka masuk kelas. Yah, hal seeperti ini sudah biasa terjadi kalau mereka berjalan berdua ,sungmin menundukkan wajahnya dan siwon memakai kaca mata hitam. Semua langsung mengira mereka habis menangis bersama lagi.
            Siwon menarik kursi sungmin agar sungmin bisa duduk, dan segera mendudukkan dirinya di samping sungmin.

Author Pov end

Sungmin Pov

            Siwon oppa memang sangat baik kepadaku, dia selalu bisa membuatku tenang walau akhirnya dia akan ikut menangis bersamaku. Sejak pertama kali aku melihatnya, aku bisa melihat ketulusan di dalam hatinya. Makanya aku berani menerimanya langsung untuk menjadi namjachinguku, dan itu memang terbukti, selama hamper 1 tahun bersama. Ia selalu ada untukku dan menjadi sandaranku.
            “Morning Class” tiba tiba suara Kim songsaengnim menggema di ruangan ini dan membuyarkan pikiranku. Aku memperhatikan sosok di belakang seongsaengnim dan berjalan agak sedikit menunduk.
            “Oppa, dia anak baru ya?” tanyaku pada siwon oppa.
            “Ne,chagi, kemarin Appa sempat bilang kalau kelas kita akan ada murid baru, namanya . . .”
            “Ya! Kalian berdua berhentilah berbicara, dan untuk kamu sungmin, Saya memberi tugas untukmu supaya mengantar kyuhyun berkeliling sekolah”
DEG
            Siapa yang disebutkan songsaengnim tadi, Kyuhyun, apakah mungkin dia. Cho kyuhyun. Namja yang sudah merusak hidupku. Namja yang dengan santainya meninggalkanku dalam keadaan seperti itu. Aish, kepalaku mendadak pusing. Aku menajamkan penglihatanku. Tapi namja di depan tadi masih tetap menunduk sampai songsaengnim menyuruhnya untuk memperkenalkan diri.
            “An-anyeong, choneun Cho Kyuhyun Imnida, Bangaepseumnida” aku membelalakan mataku, aku masih tetap tidak percaya kalau namja setan itu datang lagi ke kehidupanku. Aku membatu di tempat, badanku serasa lemas.
            “chagi, Minnie chagi, wae” aku tersentak kaget, nyawaku seperti kembali secara kilat. Aku memandang siwon Oppa yang memandangku penuh kekhawatiran, aku tersenyum lembut, agar dia tidak curiga kepadaku.
Sungmin Pov end
Kyuhyun Pov
            Akhirnya aku menemukannya juga, setelah beberapa tahun tak melihat wajah imutnya. Kurasa dia sangat kaget melihatku di sini, terlihat sangat jelas sampai dia membatu seperti itu. Tapi siapa namja yang ada di sebelahnya, kenapa mereka seperti terlihat sangat dekat, atau mungkin sungmin sudah menemukan penggantiku.
            Tapi tak akan aku biarkan aku kehilangan sungmin lagi. Ahh, Mianhae nae chagi, kalau bukan karena appamu yang menyuruhku meninggalkanmu, aku tak akan lakukan itu. Aku sebenarnya tak ingin melihat mata indahmu itu menangis untuk semua ini. Lihatlah matamu itu, terlihat bengkak dan merah, apa kamu habis menangis chagi. Kenapa aku jadi tak tega seperti ini, apa kau selama ini terus menangis.
            “ehmm. kyuhyun~sii, kau bisa duduk dikursi kosong sebelah sana”
            Aku menatap kursi yang songsaengnim tunjuk, mataku berhenti di meja belakang sungmin. Benar benar beruntung aku hari ini. Selain nanti aku akan bersama sungmin seharian, aku juga duduk dibelakangnya.
            “ehmm, kyuhyun~sii, kau memang suka melamun ya” sontak aku langsung meminta maaf kepada kim seongsaengnim dan berjalan menuju ke tempat dudukku.

Kyuhyun Pov end

Siwon Pov

            Ada sesuatu yang aneh dengan sungmin, tak biasanya dia langsung kaget seperti itu saat mengetahui anak baru. Tunggu dulu, tadi namanya siapa, Astaga, itu mungkin Cho Kyuhyun yang sungmin pernah ceritakan waktu itu. Dan kenapa dia harus duduk di belakang kami, aku benar benar tidak bisa terima ini. Mungkin aku akan bilang kepada Appa kalau Kyuhyun dipindahkan saja dari kelas ini. Tapi apa alasanku nanti, aku tak mungkin menceritakan semua pada Appa, malah nanti appa menyuruhku memutuskan sungmin. Andwae, aku tidak bisa melepaskannya.
            Aku melihat anak itu terus manatap sungmin sambil berjalan menuju bangkunya. Aku menatapnya sinis, dia sempat juga menatapku namun dia seperti acuh denganku. Hei, sungmin itu milikku.
            “chagi, kalau kamu tidak mau mengantarkan anak itu berkeliling, biar aku saja yang melakukannya” kataku kepada sungmin. Dapat dengan jelas kudengar, seseorang dibelakang kami mendecih, aku tahu itu pasti kyuhyun.
            “aniyo Oppa, aku tidak mau menyusahkan Oppa, ini kan tugas dari kim songsaengnim untukku bukan untuk Oppa”
            “kalau begitu nanti kutemani ya, dan tidak ada penolakan chagi” kataku sambil tersenyum.
            “ne, oppa, arratso arratso” katanya juga dengan senyuman, aku mengelus sayang rambut hitam panjangnya itu. Tapi aku juga merasakan betapa sedihnya dia mengetahui hal ini, dapat kulihat dari tatapan matanya yang kosong itu.
            Selama pelajaran dapat kurasakan kalau kekasihku ini sedang cemas, mungkin ada hal yang ia pikirkan. Apa mungkin ia sedang berfikir kenapa Kyuhyun ada lagi di kehidupannya. Kalau memang itu yang dia pikirkan, sebenarnya aku juga memikirkan hal yang sama. Tak dapat kupungkiri kalau aku juga cemas, kalau suatu saat nanti sungmin akan kembali kepada kyuhyun dan meninggalkanku.
            Tidak bisa, aku harus mempertahankan sungmin. Setelah cukup lama aku bersamanya dan membuatnya percaya padaku. Tak mungkin aku lepaskan dia begitu saja.

-TBC- 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar