Sabtu, 12 Mei 2012

Mianhae Chap 2

Author datang lagi nih, dan ini lanjutannya...
liat aja deh, nih....


Mianhae Chap 2

.
Cast : Sungmin , Siwon, Kyuhyun
.
Warn : Genderswitch, kalo gak suka silakan pergi, ha ha ha
.
Summary : Sungmin, yeoja imut yang memiliki masa lalu yang kelam, Ia ingin merubah semuanya namun banyak hal yang membuatnya galau, apa sungmin berhasil?

-
-




Author Pov
            Siwon dan sungmin kini tampak gelisah, tak seperti kyuhyun yang dari tadi tersenyum. Kyuhyun mungkin sudah merencanakan banyak hal untuk sungmin. Sungmin sebenarnya mulai sadar bahwa ada hal besar yang akan dihadapinya, makanya sedari tadi dia cemas. Dia berfikir apa yang harus dia lakukan untuk menghindar dari Kyuhyun.
            “oppa, aku pusing” kata sungmin kepada Siwon, reflek siwon langsung membawa sungmin berdiri dan segera ke uks, tentu saja setelah mendapat ijin dari songsaengnim.
            Kyuhyun menatap tak senang kepada siwon dan sungmin yang Nampak sangat dekat. Tak dapat dipungkiri kalau ada api cemburu yang sedang berkobar dihati kyuhyun. Kyuhyun sedikit meredam emosinya, lalu menatap namja yang ada disebelahnya.
            “ehm, maaf kibum, sebenarnya tadi yang keluar itu memiliki hubungan apa ya, kenapa sepertinya mereka sangat dekat, tidak seperti yang lain?” tanya kyuhyun.
            “oh, sungmin sama siwon hyung, mereka itu kan pacaran, ya kira-kira sudah 1 tahunan lah” jelas kibum apa adanya.
            “begitu ya, gomawo kibum” kata kyuhyun kemudian dan disambut senyum manis dari seorang kim kibum.
UKS
            Mereka kini telah sampai di UKS, sungmin segera tiduran di kasur yang telah disediakan. Kini mereka saling diam, takut untuk memulai pembicaraan. Padahal isi pikiran mereka sama, yaitu kedatangan Cho Kyuhyun yang membuat mereka resah.
            “ehm, Oppa, aku.. aku,,” sungmin memulai pembicaraan, namun dia masih ragu ragu untuk melanjutkan.
            “iya chagi, aku tahu, ini tentang Kyuhyun kan, aku tahu kalau dia kyuhyun yang pernah kamu maksud selama ini” kata siwon sambil menatap sungmin.
            “aku takut oppa, aku takut dia akan merusak hidupku lagi” kali ini sungmin mulai terisak. Dengan segera siwon langsung memeluknya.
            “jangan takut chagi, aku ada di sini untuk melindungimu, dengar ya chagi. Aku akan terus bersamamu” siwon ikut meneteskan air mata, hatinya begitu sakit setiap kali mendengar kekasihnya itu menangis. Kini pikirannya bertambah dengan kehadiran Kyuhyun, apa yang harus dia lakukan untuk mempertahankan sungmin.
            “gomawo oppa, saranghae, jeongmal saranghae”
            “nado saranghae nae Minnie” jawab siwon sambil mengecup dahinya.
            “oh, iya, kamu istirahat saja Minnie, biar aku yang akan menemani si Cho itu berkeliling sekolah”
            “ne oppa, gomawo, maaf merepotkanmu” jelas sungmin sambil tersenyum.
Skip Time
            “di sana ruang olahraga, itu toilet, dan ruangan terakhir ialah ruang osis yang terletak di sebelah tangga naik kelas 3 itu” jelas siwon dengan sejelas jelasnya, karena siwon adalah ketua Osis jadi dia harus berlaku ramah pada semua siswa walau mereka mungkin sedang memiliki masalah.
            “hmmm, ne” jawab kyuhyun malas, jelas dia sangat tidak bersemangat karena salah satu rencananya gagal.
            “oke, kalau begitu aku tinggal, kau masih ingat kelas kita kan, kau ting…”
            “iya-iya, aku tahu jalannya, gomawo sebelumnya” kyuhyun langsung memotong pembicaraan siwon tadi. Jelas itu membuat siwon sedikit marah, namun ia segera meredamnya dan memberikan senyumnya. Kyuhyun langsung pergi tanpa memandang ke arah siwon.
-
-
            “oppa, ayo mampir dulu, umma ingin sekali bertemu denganmu” kata sungmin dengan imutnya.
            “ne chagi, kajja, aku juga sangat rindu sama umma” jawab siwon, jangan heran kenapa siwon menyebut umma sungmin dengan sebutan Umma juga, itu karena permintaan Umma sungmin sendiri. Umma sungmin sangat senang ketika pertama kalli siwon datang dan selalu membuat sungmin tersenyum. Hal itu membuat hati keibuannya menjadi bahagia. Sejak saat itulah Umma sungmin meminta siwon memanggilnya Umma.
            Mereka turun dari mobil sambil bergandengan tangan mesra dan sesekali bercanda canda, entah sungmin mencubit pipi siwon atau siwon yang mengacak pelan rambut sungmin. Hal itu membuat sepasang mata yang sedang melihat mereka tampak marah. Ranting yang berukuran cukup besar itu dengan mudahnya patah, mungkin karena saking besarnya rasa marahnya.
            “Annyeong Nona Sungmin Tuan Siwon” sapa salah seorang maid saat membukakan pintu untuk kedua sejoli ini.
            “ne, annyeong sulli ” jawab sungmin.
            “kajja oppa, umma pasti sedang di dapur” kata sungmin kembali sambil menarik siwon, siwon tersenyum senang ketika mendapati senyum terkembang dari wajah imut yeojachingunya itu. Hatinya juga merasa sangat lega, tidak seperti tadi saat di sekolah.
            Mereka berjalan beriringan menuju ke dapur yang sedikit jauh dari ruang depan tadi, salahkan saja rumah sungmin yang cukup besar sehingga membutuhkan waktu lumayan lama untuk sampai ke tempat tujuan.
            “Umma” sapa sungmin saat mereka sudah sampai di dapur dan mendapati sang umma sedang memasak bersama para maid.
            “eh chagi, ada siwon juga, kenapa malah ke sini, Minnie, kamu bawa siwon ke ruang keluarga saja dulu ya, sebentar lagi makanan siap” kata umma sungmin.
            “ne Umma, kajja Oppa” kata sungmin lagi.
            Mereka kembali berjalan menuju ke ruang keluarga, kali ini ruangan itu tidak jauh dari dapur. Setelah sampai mereka langsung duduk di sofa yang cukup panjang, sungmin segera mengambil beberapa makanan kecil dan minuman yang berada di kulkas mini samping sofa itu.
            “Minnie chagi, aku boleh bilang sesuatu” kata siwon sambil menatap sungmin dalam. Sungmin tersenyum memandang siwon, itu berarti ia mendengarkan.
            “Minnie, aku berjanji akan terus melindungimu, aku sayang padamu Minnie, aku berharap kita akan terus bersama sampai nanti” jelas siwon, sungmin hanya tersenyum memandang siwon sambil memegang tangan siwon.
            “gomawo Oppa, aku juga berharap begitu” setelahh itu mereka berpelukan, Umma sungmin yang berniat memanggil siwon dan sungmin untuk makan siang itu langsung berhenti dan berbalik. Tak berniat menggangu, hanya sebuah senyum manis yang terkembang di wajah malaikatnya.
            “aku berharap senyummu akan terus terkembang seperti itu Minnie, Umma menyayangimu” gumamnya sambil terus berjalan meninggalkan dua sejoli yang sedang berpelukan itu.
-
-
            Mereka menikmati makan siang itu dengan penuh kebahagiaan, entah mengapa setiap kali sungmin bersama dengan siwon dan Ummanya, perasaannya menjadi sangat lega dan tenang. Ia dapat melihat bahwa semua orang memberikan kebahagiian untuknya.
            Kriiinng,, kriiinnggg
            “yeoboseyo appa, wae?”
            “….”
            “aku sedang di rumah Minnie appa, wae?”
            “….”
            “ah, ne Appa, nanti akan kusampaikan”
            Tut tut tut
            “Umma, Minnie, Appa mengundang kalian untuk makan bersama nanti malam di rumahku, datang ne?” kata siwon.
            “jinjja Oppa, ne, ne, Minnie akan datang, tapi mianhae Oppa, Appa sedang keluar negeri,aku hanya bersama Umma saja” jelas sungmin.
            “ne, tak apa Minnie, yang penting kalian memenuhi undangan Appaku, benar kan Umma” kata siwon lagi sambil menatap Umma sungmin yang sedari tersenyum.
            “ahh, ne wonnie, tentuu saja, yang penting Minnie datang” jelas Umma sungmin.
-
-
            Siwon segera pamit setelah acara makan siang itu selesai. Hatinya benar benar bahagia setiap pulang dari rumah sungmin. Melihat sungmin bisa tersenyum selepas itu bersama ummanya adalah hal yang selalu membuat siwon bahagia. Walau ada orang lain sekarang yang memendam amarah, dialah Cho Kyuhyun. Dia benar benar tak menyangka kalau sungmin sudah bersama orang lain.
            Di sisi lain tampak umma sungmin yang berjalan menuju kamarnya sambil memegang telpon di telinganya, dia sedang mendapat telpon dari seseorang.
            “chagi, apakah minnie baik baik saja”
            “Ne, dia baik baik saja yeobo, dia tampak lebih baik, tadi saat dia pulang bersama siwon, aku sempat melihat matanya bengkak, dia pasti mengangis lagi”
            “Aigho, aku harus bagaimana, aku sebenarnya tidak bisa melukainya, dia malaikat kecil kita, tapi setiap kali mengingat kejadian itu, aku selalu ingin memarahinya”
            “yeobo, sudahlah, yang penting dia tahu kalau masih ada yang menyayanginya, salah satunya siwon, dia pemuda yang sangat baik yeobo. Bahkan appanya mengundang kita untuk makan malam”
            “jinjja chagi, aku harap dia laki laki yang akan menemani Minnie nantinya, asalkan jangan sampai dia bertemu dengan si Cho itu”
            “Ne yeobo, sudah ne, aku masih ingin menemani Minnie menghilangkan mata bengkaknya itu”
            “hehe, mian chagi, kau jadi repot lagi”
            “sudah sudah, sampai nanti yeobo”
            “ne chagi”
Tut Tut Tut
Tok Tok Tok
            “nyonya, ada yang mencari anda” kata salah seorang maid.

-TBC-


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar