liat aja deh, nih....
Mianhae Chap 2
.
Cast : Sungmin , Siwon, Kyuhyun
.
Warn : Genderswitch, kalo gak suka silakan pergi, ha ha ha
.
Summary : Sungmin, yeoja imut yang memiliki masa lalu yang kelam, Ia ingin merubah semuanya namun banyak hal yang membuatnya galau, apa sungmin berhasil?
-
-
-
Author
Pov
Siwon dan sungmin kini tampak
gelisah, tak seperti kyuhyun yang dari tadi tersenyum. Kyuhyun mungkin sudah
merencanakan banyak hal untuk sungmin. Sungmin sebenarnya mulai sadar bahwa ada
hal besar yang akan dihadapinya, makanya sedari tadi dia cemas. Dia berfikir
apa yang harus dia lakukan untuk menghindar dari Kyuhyun.
“oppa, aku pusing” kata sungmin
kepada Siwon, reflek siwon langsung membawa sungmin berdiri dan segera ke uks,
tentu saja setelah mendapat ijin dari songsaengnim.
Kyuhyun menatap tak senang kepada
siwon dan sungmin yang Nampak sangat dekat. Tak dapat dipungkiri kalau ada api
cemburu yang sedang berkobar dihati kyuhyun. Kyuhyun sedikit meredam emosinya,
lalu menatap namja yang ada disebelahnya.
“ehm, maaf kibum, sebenarnya tadi
yang keluar itu memiliki hubungan apa ya, kenapa sepertinya mereka sangat
dekat, tidak seperti yang lain?” tanya kyuhyun.
“oh, sungmin sama siwon hyung,
mereka itu kan pacaran, ya kira-kira sudah 1 tahunan lah” jelas kibum apa
adanya.
UKS
Mereka kini telah sampai di UKS,
sungmin segera tiduran di kasur yang telah disediakan. Kini mereka saling diam,
takut untuk memulai pembicaraan. Padahal isi pikiran mereka sama, yaitu
kedatangan Cho Kyuhyun yang membuat mereka resah.
“ehm, Oppa, aku.. aku,,” sungmin
memulai pembicaraan, namun dia masih ragu ragu untuk melanjutkan.
“iya chagi, aku tahu, ini tentang
Kyuhyun kan, aku tahu kalau dia kyuhyun yang pernah kamu maksud selama ini”
kata siwon sambil menatap sungmin.
“aku takut oppa, aku takut dia akan
merusak hidupku lagi” kali ini sungmin mulai terisak. Dengan segera siwon
langsung memeluknya.
“jangan takut chagi, aku ada di sini
untuk melindungimu, dengar ya chagi. Aku akan terus bersamamu” siwon ikut
meneteskan air mata, hatinya begitu sakit setiap kali mendengar kekasihnya itu
menangis. Kini pikirannya bertambah dengan kehadiran Kyuhyun, apa yang harus
dia lakukan untuk mempertahankan sungmin.
“gomawo oppa, saranghae, jeongmal
saranghae”
“nado saranghae nae Minnie” jawab
siwon sambil mengecup dahinya.
“oh, iya, kamu istirahat saja
Minnie, biar aku yang akan menemani si Cho itu berkeliling sekolah”
“ne oppa, gomawo, maaf merepotkanmu”
jelas sungmin sambil tersenyum.
Skip Time
“di sana ruang olahraga, itu toilet,
dan ruangan terakhir ialah ruang osis yang terletak di sebelah tangga naik
kelas 3 itu” jelas siwon dengan sejelas jelasnya, karena siwon adalah ketua
Osis jadi dia harus berlaku ramah pada semua siswa walau mereka mungkin sedang
memiliki masalah.
“hmmm, ne” jawab kyuhyun malas,
jelas dia sangat tidak bersemangat karena salah satu rencananya gagal.
“oke, kalau begitu aku tinggal, kau
masih ingat kelas kita kan, kau ting…”
“iya-iya, aku tahu jalannya, gomawo
sebelumnya” kyuhyun langsung memotong pembicaraan siwon tadi. Jelas itu membuat
siwon sedikit marah, namun ia segera meredamnya dan memberikan senyumnya.
Kyuhyun langsung pergi tanpa memandang ke arah siwon.
-
-
“oppa, ayo mampir dulu, umma ingin
sekali bertemu denganmu” kata sungmin dengan imutnya.
“ne chagi, kajja, aku juga sangat
rindu sama umma” jawab siwon, jangan heran kenapa siwon menyebut umma sungmin
dengan sebutan Umma juga, itu karena permintaan Umma sungmin sendiri. Umma
sungmin sangat senang ketika pertama kalli siwon datang dan selalu membuat
sungmin tersenyum. Hal itu membuat hati keibuannya menjadi bahagia. Sejak saat
itulah Umma sungmin meminta siwon memanggilnya Umma.
Mereka turun dari mobil sambil
bergandengan tangan mesra dan sesekali bercanda canda, entah sungmin mencubit
pipi siwon atau siwon yang mengacak pelan rambut sungmin. Hal itu membuat
sepasang mata yang sedang melihat mereka tampak marah. Ranting yang berukuran
cukup besar itu dengan mudahnya patah, mungkin karena saking besarnya rasa
marahnya.
“Annyeong Nona Sungmin Tuan Siwon”
sapa salah seorang maid saat membukakan pintu untuk kedua sejoli ini.
“ne, annyeong sulli ” jawab sungmin.
“kajja oppa, umma pasti sedang di
dapur” kata sungmin kembali sambil menarik siwon, siwon tersenyum senang ketika
mendapati senyum terkembang dari wajah imut yeojachingunya itu. Hatinya juga
merasa sangat lega, tidak seperti tadi saat di sekolah.
Mereka berjalan beriringan menuju ke
dapur yang sedikit jauh dari ruang depan tadi, salahkan saja rumah sungmin yang
cukup besar sehingga membutuhkan waktu lumayan lama untuk sampai ke tempat
tujuan.
“Umma” sapa sungmin saat mereka
sudah sampai di dapur dan mendapati sang umma sedang memasak bersama para maid.
“eh chagi, ada siwon juga, kenapa
malah ke sini, Minnie, kamu bawa siwon ke ruang keluarga saja dulu ya, sebentar
lagi makanan siap” kata umma sungmin.
“ne Umma, kajja Oppa” kata sungmin
lagi.
Mereka kembali berjalan menuju ke
ruang keluarga, kali ini ruangan itu tidak jauh dari dapur. Setelah sampai
mereka langsung duduk di sofa yang cukup panjang, sungmin segera mengambil
beberapa makanan kecil dan minuman yang berada di kulkas mini samping sofa itu.
“Minnie chagi, aku boleh bilang
sesuatu” kata siwon sambil menatap sungmin dalam. Sungmin tersenyum memandang
siwon, itu berarti ia mendengarkan.
“Minnie, aku berjanji akan terus
melindungimu, aku sayang padamu Minnie, aku berharap kita akan terus bersama
sampai nanti” jelas siwon, sungmin hanya tersenyum memandang siwon sambil
memegang tangan siwon.
“gomawo Oppa, aku juga berharap
begitu” setelahh itu mereka berpelukan, Umma sungmin yang berniat memanggil
siwon dan sungmin untuk makan siang itu langsung berhenti dan berbalik. Tak
berniat menggangu, hanya sebuah senyum manis yang terkembang di wajah malaikatnya.
“aku berharap senyummu akan terus
terkembang seperti itu Minnie, Umma menyayangimu” gumamnya sambil terus
berjalan meninggalkan dua sejoli yang sedang berpelukan itu.
-
-
Mereka menikmati makan siang itu
dengan penuh kebahagiaan, entah mengapa setiap kali sungmin bersama dengan
siwon dan Ummanya, perasaannya menjadi sangat lega dan tenang. Ia dapat melihat
bahwa semua orang memberikan kebahagiian untuknya.
Kriiinng,, kriiinnggg
“yeoboseyo appa, wae?”
“….”
“aku sedang di rumah Minnie appa,
wae?”
“….”
“ah, ne Appa, nanti akan
kusampaikan”
Tut tut tut
“Umma, Minnie, Appa mengundang
kalian untuk makan bersama nanti malam di rumahku, datang ne?” kata siwon.
“jinjja Oppa, ne, ne, Minnie akan
datang, tapi mianhae Oppa, Appa sedang keluar negeri,aku hanya bersama Umma
saja” jelas sungmin.
“ne, tak apa Minnie, yang penting
kalian memenuhi undangan Appaku, benar kan Umma” kata siwon lagi sambil menatap
Umma sungmin yang sedari tersenyum.
“ahh, ne wonnie, tentuu saja, yang
penting Minnie datang” jelas Umma sungmin.
-
-
Siwon segera pamit setelah acara
makan siang itu selesai. Hatinya benar benar bahagia setiap pulang dari rumah
sungmin. Melihat sungmin bisa tersenyum selepas itu bersama ummanya adalah hal
yang selalu membuat siwon bahagia. Walau ada orang lain sekarang yang memendam
amarah, dialah Cho Kyuhyun. Dia benar benar tak menyangka kalau sungmin sudah
bersama orang lain.
Di sisi lain tampak umma sungmin
yang berjalan menuju kamarnya sambil memegang telpon di telinganya, dia sedang mendapat
telpon dari seseorang.
“chagi,
apakah minnie baik baik saja”
“Ne, dia baik baik saja yeobo, dia
tampak lebih baik, tadi saat dia pulang bersama siwon, aku sempat melihat
matanya bengkak, dia pasti mengangis lagi”
“Aigho,
aku harus bagaimana, aku sebenarnya tidak bisa melukainya, dia malaikat kecil
kita, tapi setiap kali mengingat kejadian itu, aku selalu ingin memarahinya”
“yeobo, sudahlah, yang penting dia tahu kalau masih ada
yang menyayanginya, salah satunya siwon, dia pemuda yang sangat baik yeobo.
Bahkan appanya mengundang kita untuk makan malam”
“jinjja
chagi, aku harap dia laki laki yang akan menemani Minnie nantinya, asalkan
jangan sampai dia bertemu dengan si Cho itu”
“Ne yeobo, sudah ne, aku masih ingin menemani Minnie
menghilangkan mata bengkaknya itu”
“hehe,
mian chagi, kau jadi repot lagi”
“sudah sudah, sampai nanti yeobo”
“ne
chagi”
Tut
Tut Tut
Tok
Tok Tok
“nyonya, ada yang mencari anda” kata
salah seorang maid.
-TBC-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar