Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, dan cast yang lain akan muncul satu persatu;
Chapter 1 : Forever love you
==000==
Sungmin POV
Aku
tahu kau sudah benar benar lelah sekarang, kenapa kau tidak berhenti
saja dan meninggalkanku. Kenapa kau masih bertahan di sisiku, menungguku
dan terus mengucapkan kata kata cinta itu di telingaku. Apa kau sudah
tak punya pikiran jernih sekarang, aku sudah tak bisa lagi
membahagiakanmu seperti dulu. Aku sudah tak mampu lagi bermanja manja
denganmu, tapi kenapa kau masih di sini, mengelus rambut hitamku dengan
sayang, mengecup keningku dengan lembut.
Hari
ini, sama seperti dengan hari sebelumnya, kau datang padaku membawa
seikat bunga mawar menaruhnya di vas bunga lalu mengecup keningku.
Jujur, aku sangat nyaman kau selalu ada di sampingku, tapi ada satu sisi
hatiku yang mengatakan untuk melepasmu. Kau pantas bahagia, tapi bukan
denganku.
"pergilah" satu kata itu yang selalu aku ucapkan kepadamu, tapi kau selalu saja memandangku dengan tersenyum.
"saranghae
yeongwonhi" dan kata itu selalu yang kau katakan padaku, aku tahu itu,
aku tahu kau tak akan pernah bisa meninggalkanku. Dan itu malah akan
menghambatku untuk bisa melepaskanmu, kau benar benar menyiksaku.
"ku
mohon" desakku sekarang, aku benar benar ingin melepasmu sekarang,
cukup aku sudah terlalu lama membebanimu dan aku tak ingin kau semakin
lelah karena adanya aku.
"tak
akan pernah" aku menutup mataku perlahan, merasakan perih hatiku setiap
aku mendengar kata itu dari bibirmu. Bibir yang selalu mengecup
keningku dengan sayang, bibir yang selalu memabukanku.
"aku tak mencintaimu" kataku dengan mata tertutup, tak ingin melihat apa yang kau rasakan sekarang.
"dan
aku mencintaimu" katamu dengan cepat, aku langsung membuka mataku
menatap dua bola mata indahmu itu, mencoba mencari kebohongan dari kata
cinta itu, tapi ternyata sama sekali tidak ada.
Aku
kembali menutup mataku, merasakan sakit hatiku sendiri. Kenapa kau
begitu sabarnya di sisiku, kenapa kau begitu mencintaiku. Aku yang kini
tak bisa apa apa, aku yang tak bisa lagi memberimu kehangatan. Tapi
kenapa kau tak pernah mau untuk meninggalkanku padahal semakin hari aku
semakin lemah, dan mungkin kau yang akan terluka saat aku pergi nanti.
Aku
tak mau itu terjadi padamu, aku tak ingin kau meneteskan air matamu
untukku. Terlalu banyak yang kau berikan untukku, hingga aku sendiri
sebenarnya bingung bagaimana harus membalasnya.
"Min" mendengar suara lembutmu aku segera membuka mataku, menatapmu yang kini tersenyum padaku dengan tulus.
"kau
tahu kan Min, aku sangat mencintaimu" Aku menghela nafas dengan berat,
tapi aku tahu kau memang sangat mencintaiku tak peduli bagaimanapun aku.
"ne Kyu, tapi . ."
"Syut, jadi jangan pernah lagi menyuruhku untuk meninggalkanmu, aku mencintaimu dengan tulus apa adanya"
Cukup
Kyu kau semakin membuatku merasa sangat egois seolah aku lah yang
menahanmu untuk tetap berada di sisiku. Aku sudah berulang kali
menyuruhmu meninggalkanku tapi kau tak pernah mau, dan terus mengucapkan
kata cintamu untukku. Kau sangat tahu aku Kyu, kau bahkan tahu saat aku
mengucap kata tak mencintaimu itu bukan dari dalam hatiku.
Kau
sangat tahu bahwa aku begitu mencintaimu, tapi aku tak mau kau semakin
terlalu dalam masuk ke dalam kehidupanku lagi. Dan pasti kau akan
merasakan sakit yang begitu menyiksa. Aku sungguh sungguh tak mau itu
terjadi padamu.
"Ku
mohon Kyu, tinggalkanlah aku, kau berhak hidup bahagia tanpa aku"
kataku kepadamu dan menatap wajahmu yang seolah benci aku mengatakan
kata kata itu lagi. Tapi aku tak tahu lagi Kyu bagaimana caranya agar
kau menjauh dariku dan hanya cara inilah yang aku bisa, memohon dengan
sangat kepadamu.
"tak akan pernah"
Lagi
lagi aku menghela nafas beratku dan menutup mataku agar air mataku tak
turun saat ini. Aku harus kuat sekarang, agar kau mau untuk
meninggalkanku, aku tak boleh lemah karena semakin lemahnya aku, semakin
kau tetap berada di sisiku.
Ku
rasakan kau melepas tanganku, sontak aku langsung membuka mataku dan
melihatmu berjalan menjauh menuju ke jendela kamar ini yang terbuka
lebar. Aku menatap punggungmu dengan bimbang. Apakah aku rela bila kau
benar benar akan jauh dariku, apa aku bisa kuat tanpa kau di sisiku.
Tapi bila aku tak melepaskanmu, kau akan semakin menderita karenaku, kau
akan semakin lelah karenaku.
"kau
masih ingat kan Min janji kita berdua dulu" Aku langsung tersentak,
kenangan saat kita saling berucap janji suci itu di hadapan Tuhan. Aku
langsung menutup mataku, mengingat lagi janji itu.
Flashback ON
"Apakah
Anda, Saudara Cho Kyuhyun, menerima Lee Sungmin sebagai Istri anda
Dalam baik atau buruk, dalam kecukupan atau kekurangan, dalam sakit
atau sehat" Kata sang pendeta di hadapan kami berdua.
"Saya
Bersedia" katamu dengan senyum yang terus terkembang di bibirmu, aku
menatapmu dengan bahagia, seolah lega bahwa kau akan menjadi milikku.
"Apakah
Anda, Saudara Lee Sungmin, menerima Cho Kyuhyun sebagai Suami anda
Dalam baik atau buruk, dalam kecukupan atau kekurangan, dalam sakit
atau sehat" Kata sang pendeta lagi.
"Saya Bersedia" kataku dengan mantap lalu kembali menatapmu.
"Kalian telah sah menjadi suami istri, silakan cium istri anda" kata Pendeta itu lagi.
Aku
dan dirimu saling berpadangan sekarang, kulihat wajahmu yang begitu
cerahnya seperti seorang malaikat. Tapi mungkin kau memang malaikat
untukku yang dikirim khusus oleh Tuhan. Tak lama kau mendekatkan wajahmu
ke arahku, semakin dekat dan dekat.
Cup
Ciuman
singkat tanda cinta itu telah kau berikan kepadaku, wajahku langsung
memerah malu saat mendengar tepuk tangan meriah yang langsung masuk ke
dalam pendengaranku. Aku benar benar namja yang sangat beruntung bisa
menikah denganmu Cho Kyuhyun.
Flashback OFF
Aku
membuka lagi kedua mataku yang telah basah oleh air mata ini, kau benar
benar menepati janjimu Kyu tak seperti aku yang telah lemah dan ingin
melepasmu. Tapi apakah ada istri yang akan kuat bila melihat suaminya
menangis sembunyi sembunyi, tidak akan ada yang kuat kan. Itu adalah
perasaanku Kyu, apa kau pikir aku tidak tahu saat kau menangis di luar
kamar.
Hatiku
sakit Kyu setiap mendengar kau menangis diam diam di belakangku, kau
pasti sudah sangat sangat merasa lelah kan. Padahal usia pernikahan kita
baru berjalan 2 tahun, itu masih sangat singkat kan Kyu. Aku bahkan
masih ingin terus bersamamu sampai tua nanti, tapi sepertinya itu tidak
bisa kulakukan. Dan aku bahkan tak bisa memberimu seorang anak, aku
benar benar tak sempurna kan Kyu.
"Mianhae"
hanya itu yang akhirnya aku katakan setelah melamun cukup lama. Sunyi
senyap kemudian, hanya ada suara jam berdetik dengan lambatnya. Namun
tak lama ku dengar suara langkah kaki yang semakin mendekat ke arahku.
Segera aku tegakkan wajahku.
"Bagaimanapun
keadaanmu Min, aku sudah berjanji di hadapan Tuhan untuk terus
menjagamu" katamu sambil menggenggam lagi kedua tanganku, sentuhan
hangatmu ini yang selalu aku inginkan Kyu.
"bolehkah
aku tanya sesuatu Kyu?" kataku kemudian, kulihat kau hanya mengangguk
dan tersenyum. Aku diam sejenak dan terus memandangi wajahmu yang
sekarang semakin tirus saja, hah, aku bukanlah istri yang baik hingga
membuatmu semakin kurus sekarang Kyu, aku tak bisa mengurusmu dengan
baik.
"kenapa
kau tak jujur padaku Kyu tentang apa yang kau rasakan" kataku masih
dengan menatap wajahmu. Ku lihat kau terdiam seolah memikirkan sesuatu,
apa yang kau pikiran Kyu.
"Mianhae
Min, kalau aku tak jujur kepadamu soal itu, kau pasti tahu saat aku
menangis kan" katamu, aku hanya mengangguk sembari menahan rasa sakit
saat mengingat kau menangis, tangisanmu yang seolah terdengar begitu
pilu.
"Kau
pasti berfikir aku lelah mengurusmu, kau salah Min, aku tak pernah
lelah mengurusmu karena aku mencintaimu tak peduli keadaanmu, aku sudah
memilihmu untuk menjadi pendampingku selamanya, saat aku menangis, aku
memikirkanmu Min, memikirkan hidupmu yang seperti ini dan aku tak bisa
apa apa untukmu" katamu sambil terisak pelan, air mataku pun ikut turun
melihatmu terisak. Apa sebegitu cintanya kau denganku Kyu hingga kau
sebegini pedulinya denganku.
Aku
menundukkan lagi kepalaku, merasa bodoh atas apa yang telah aku katakan
dan lakukan padamu. Aku menyuruhmu pergi, betapa bodohnya aku Kyu
hingga tak memikirkan perasaanmu. Aku sekarang bingung tak tahu harus
melakukan apa lagi, sejak dakwaan dokter atas penyakitku beberapa bulan
yang lalu. Kenapa Tuhan harus memberiku hadiah yang sangat tidak terduga
ini.
Flashback ON
Lagi,
sakit ini menyerangku, bahkan tanpa ampun hinga aku harus terduduk
menjambaki rambutku berusaha menghilangkan rasa sakit ini. Air mataku
menetes perlahan namun berubah deras begitu cepatnya, sakit sekali
sangat sakit. Tuhan kapan kau tak menghentikan hukumanmu padaku, cepat
saja ambil nyawaku, aku sudah tak kuat merasakan sakit ini.
Tes
Darah
segar mengalir perlahan dari hidungku, aku tak mungkin bisa menyekanya
karena tanganku sudah lemas, namun sakit ini masih tetap di sini tak mau
meninggalkanku. Mataku mulai berkunang kunang, hingga akhirnya hanya
gelap yang kurasakan.
.
.
.
.
.
Perlahan
aku membuka mataku, aku mengerjap beberapa kali mencoba menyesuaikan
mataku dengan keadaan sekitar. Bau obat obatan langsung menguar ke dalam
indra penciumanku, sebenarnya aku ada di mana sekarang. Kenapa aku
tanyakan hal ini lagi, jelas aku sekarang berada di Rumah Sakit.
"Min,
kau sudah sadar" Aku masih terus mengerjap karena pandanganku sedikit
kabur sekarang, tapi aku masih ingat ini suara siapa, tentu saja suara
suamiku Cho Kyuhyun.
Aku
masih terus mengerjap tapi sayangnya penglihatanku tetap saja tak mau
normal, hingga aku menyerah aku menutup mataku lagi. Menahan sesak yang
sejak tadi aku rasakan di benakku. Kenapa harus terjadi sekarang, apa
ini sudah akhir dari hidupku.
"Min,
sadarlah Min, ini aku Kyuhyunmu, ku mohon sadarlah" Ku rasakah tubuhku
terasa terhentak, aku membuka lagi mataku tapi sayang sekali tetap saja
aku tak dapat melihat dengan sempurna.
"Kyu" kataku dengan lemah.
"Syukurlah
kau sudah sadar Min" ku lihat lagi dirimu walau samar, tak lama ku
rasakan sesuatu yang basah mengecup keningku lembut. Terimakasih Kyu
sudah menguatkanku.
"Permisi
Tuan Cho, bisa ikut saya sebentar" aku mendengar suara orang lain lagi,
pasti itu dokter yang menanganiku selama beberapa bulan ini dan tentu
saja tanpa sepengetahuanmu Kyu.
"Aku
tak akan lama Min" Katamu lalu hingga bayang samarmu menghilang di
balik pintu itu. Sekarang aku sendiri, mencoba mengerjap ngerjapkan
mataku lagi, dan berhasil perlahan mataku dapat melihat dengan jelas
walau masih sedikit samar.
.
.
.
.
.
Jam
berdetik dengan lambatnya mengiringi kediamanku bersama dengan suamiku,
sejak dia kembali sekitar setengah jam tadi ia tampak sedikit murung
dan aku masih bisa melihat dengan jelas matanya yang terlihat merah itu.
Jejak jejak air mata itu bahkan terlihat masih sangat basah, apa kau
menangis Kyu.
"kenapa
kau tak mengatakannya Min" aku mendongak dan memandang wajahmu yang
terlihat sayu itu, matamu itu menyaratkan akan kesedihan yang begitu
dalam. Akhirnya kau tahu ya Kyu tentangku, sesuatu yang sudah ku
sembunyikan beberapa bulan ini akhirnya terkuak juga.
"Mianhae Kyu, aku hanya . . ." kataku menggantung kalimat yang ingin aku katakan.
"kenapa Min?"
"apa kau tak percaya padaku" katamu sambil menatapku dalam.
"aku
hanya tak ingin membebanimu Kyu, tapi sekarang kau sudah tahu semuanya
mungkin lebih baik kau tinggalkan saja aku Kyu, aku tak bisa apa apa
lagi" kataku sambil menahan rasa sakit saat mengucapkannya.
"apa
yang kau katakan Min" katamu sekarang sambil berdiri dari dudukmu, aku
memandangmu yang sekarang mendekat ke arahku, mengecup lagi keningku.
"saranghae" kau mengatakan kata yang begitu sakral itu padaku.
"aku
bukanlah namja yang dengan mudahnya membuang orang lain Min, aku sangat
mencintaimu, kau tahu kan, apapun keadaanmu aku akan menerimanya,
sekarang bagilah bebanmu itu kepadaku, aku suamimu" katamu sambil
menggenggam erat kedua tanganku, tetes demi tetes air mataku turun
dengan lancarnya. Tak lama kau memelukku, tapi maaf Kyu tanganku terlalu
lemah untuk membalas pelukanmu.
"ne Kyu, nado saranghae" hanya kata itu yang bisa aku katakan sekarang.
Flashback OFF
"waktuku tak lagi banyak Kyu" kataku padamu sekarang.
"dalam
beberapa hari lagi mungkin aku akan meninggalkanmu, hari demi hari aku
akan semakin jauh darimu, aku tak mau kau terluka Kyu, aku sangat
mencintaimu" kataku lagi padamu, kau memegang erat bahkan lebih erat
kedua tanganku lagi lagi kau mengecup keningku tapi kali ini lebih lama,
sangat lama. Hingga aku bisa merasakan air matamu menetes ke keningku
dan terus turun melewati kedua mataku, pipiku dan akhirnya jatuh bebas.
"Kau
sungguh namja yang keras kepala Min, aku sudah katakan berulang kali,
aku akan terus berada di sampingmu" katamu padaku setelah melepas ciuman
di keningku, sambil mengusap air matamu dan tentu saja air matamu yang
menetes di wajahku.
"ne
aku memang keras kepala, tapi apa kau mau menuruti orang keras kepala
ini Kyu untuk terakhir kalinya" kataku, kulihat kau menatapku ragu
hingga akhirnya kau mengangguk pelan.
"berjanjilah
padaku kau akan meninggalkanku Kyu sebelum aku yang meninggalkanmu"
mohonku padamu, kulihat kau diam dan pegangan tanganmu semakin erat, apa
kau akan menolak permintaanku ini Kyu. Apa kau tak mau mengerti
keadaanku sekarang.
"aku lebih memilih kau yang meninggalkanku daripada aku yang harus meninggalkanmu Min" katamu padaku.
Aku
terdiam lagi sekarang, bingung apa yang harus aku lakukan setelah ini.
Aku menutup mataku dan menunduk, air mataku tak henti hentinya turun
mengiringi kebimbanganku. Apa yang harus aku lakukan sekarang.
TBC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar