Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, dan cast yang lain akan muncul satu persatu;
Chapter 2 : With You 'Till Dead
==000==
Kyuhyun POV
Lagi
lagi air matamu itu keluar Min, sudah ku mohon hentikanlah. Apa kau
masih ragu dengan apa yang selama ini aku katakan, aku sungguh sungguh
mencintaimu Min tak peduli bagaimana keadaanmu sekarang. Aku akan terus
berada di sampingmu sampai kau yang akan meninggalkanku Min, walau hati
ini tak kuat harus melihatmu menyerah pada hidupmu sendiri. Ku mohon Min
bertahanlah denganku sampai kau benar benar meninggalkanku, tak peduli
kau terus mengatakan tak mencintaiku, tapi aku tahu Min kau begitu
mencintaiku.
Aku
menegakkan kepalamu dan menghapus air matamu itu, mencoba memberikan
kekuatan untukmu. Walau aku sendiri masih begitu rapuh untuk bisa
menguatkanmu Min.
"kau
tak perlu memikirkanku Min, percayalah padaku, biarkan aku menemanimu"
kataku padamu, kulihat matamu memancarkan kebimbangan, apa yang kau
ragukan Min, kau masih melihatku di sini. Kau masih bisa merasakan
sentuhan lembutku bahkan detak jantungku, tapi kenapa kau masih ragu
Min.
"Aku tak akan sembuh lagi Kyu, aku . . aku . . hanya akan membebanimu"
"cukup
hentikan Min, persetan dengan kanker otak yang kau derita, kau tak akan
pernah membebaniku" kataku dengan sedikit kasar mungkin, oh tuhan apa
yang aku katakan kenapa aku sampai membentakmu. Kulirik lagi wajahmu
yang terlihat datar itu, tapi aku tahu Min hatimu pasti sakit kan sama
sepertiku yang merasakan nyeri hatiku ketika aku membentakmu.
Benar
kan Min hatimu pasti sangat terluka terbukti dari air matamu yang tiba
tiba turun menghiasi wajah yang tetap kau pertahan untuk datar itu.
Maafkan aku Min sungguh, kataku dalam hati sambil memelukmu. Kenapa kata
kata itu serasa sangat sulit untuk kukatakan Min.
Aku
terus memelukmu sebagai tanda maafku padamu Min, tapi tiba tiba
pelukanku kau lepas, wajah datarmu berubah tegas. Kau bahkan masih
begitu kuat sekarang Min, tapi kenapa kau ingin melepaskanku, kau tak
pertahankan aku.
"Aku
peduli Kyu, Aku sangat peduli tentang penyakitku, kita tak bisa lagi
hidup normal Kyu, kau bodoh benar benar bodoh bila harus terus berada di
sisi namja yang sekarat ini" bentakmu padaku, aku benar benar kaget
sekarang, selama kita bersama kau belum pernah membentakku Min. Apa kau
membalas bentakanku tadi, kalau begitu aku akan menerimanya dengan
senang hati. Kulihat kau tampak terengah engah, tiba tiba tanganmu
terarah menuju ke kepalamu. Apa yang kau rasakan Min, apa lagi lagi kau
merasakan sakit.
"min"
kataku sambil mencoba menenangkanmu, tapi kau menepisnya. Kenapa Min,
apa kau benar benar marah padaku. Sungguh aku benar benar minta maaf
bila sudah menyakiti hatimu.
"Kenapa
kau peduli padaku Cho Kyuhyun, kau masih bisa hidup puluhan tahun lagi
tapi kenapa kau begitu bodoh masih menemaniku" bentakmu lagi padaku, aku
hanya diam seolah kehilangan kata kata, kulihat tanganmu semakin gencar
menjambaki rambutmu sendiri, reflek aku terus mencoba untuk
menenangkanmu tapi kau terus saja menolaknya sekarang.
Tes Tes
Lagi
lagi darah segar itu keluar dari hidungmu, reflek aku panik dan keluar
mencari dokter yang sudah beberapa bulan terakhir ini merawatmu tanpa
sepengetahuanku. Kau sungguh pandai Min menyembunyikannya dariku. Tapi
kenapa kau sembunyikan bila akhirnya kau semakin lemah seperti ini.
"Dokter
Dokter" teriakku kalap hingga seluruh penghuni rumah sakit memandangku
karena merasa terganggu. Tak lama dokter itu muncul dengan tergesa gesa
dan menghampiriku, segera aku tarik dia menuju ke dalam kamar rawat
Sungmin.
Kami
sampai di dalam kamar rawat, saat aku membuka pintu jantungku seolah
terasa berhenti berdetak mataku terus saja mengeluarkan cairan bening,
kakiku serasa lemas dan tak bisa menopang berat tubuhku sendiri hingga
aku jatuh ke bawah.
Min,
apa aku terlambat menyelamatkanmu, melihatmu dengan mata terpejam dan
darah terus menerus mengalir dari hidungmu membuatku merasa tak berguna.
Ku mohon Min bertahanlah untukku dan orang orang yang masih
menyayangimu. Tak lama beberapa suster membantuku berdiri dan
mendudukanku di kursi depan kamar.
"selamatkan istriku Tuhan kumohon" lirihku dengan air mata yang semakin deras menetes dari mataku.
Aku
menunggu dalam gelisah dan berharap semuanya akan baik baik saja, aku
terus menerus berdoa untuk keselamatanmu Min. Walau bibirku sekarang
terasa asin karena air mataku yang masuk ke dalam mulutku.
Seandainya
aku tahu sejak awal pasti semuanya tidak akan seperti ini, sungguh Min
kenapa aku masih merasa kau begitu bodoh tak mengatakan padaku sejak
awal. Kenapa kau lebih suka menyimpannya sendiri dan membahayakan
nyawamu sekarang. Kalau boleh aku jujur, aku sangat tidak ingin kau
pergi Min, aku masih ingin terus bersamamu sampai tua nanti.
Aku
sekarang bahkan tak tahu sudah berapa lama menunggu, yang ada di
pikiranku hanyalah kau Min. Kumohon bertahanlah kuatkan dirimu sendiri,
jangan menyerah sekarang kau harus kuat, setidaknya kau harus kuat demi
aku Min. Aku masih di sini mengharapkanmu kembali danmenemaniku walau
aku tahu hanya singkat, ku mohon Min dengarkan permintaanku ini.
Cklek
Aku
langsung mendongak begitu mendegar bunyi pintu di buka, dengan
kekuatanku yang masih tersisa aku berdiri dan mendatangi dokter yang aku
tahu bernama Kim Jungmo.
"Dokter Kim" kataku penuh pengharapan. Ku lihat dia menepuk pelan bahuku dengan tangan kanannya.
"Tuhan
masih memberinya kesempatan Tuan Cho, temuilah sekarang" kata Dokter
Kim padaku, aku hanya mengangguk dan tersenyum tipis, kulihat Dokter Kim
dan beberapa suster mulai menjauh, aku melihatnya sebentar kemudian
masuk ke dalam kamar.
Pandangan
mataku semakin menyendu ketika melihatmu terbaring lemah, seandainya
aku bisa menggantikan semua penderitaanmu Min. Seandainya, sekarang aku
hanya bisa berkata seandainya.
"Min"
Lirihku saat matamu menatap tepat ke arahku, semuanya sudah hilang Min,
mata bersinar itu sudah tidak ada lagi. Senyum manismu sekarang sudah
berganti dengan senyum pucat. Tapi aku masih sangat bersyukur karena kau
masih ada di sini sekarang Min, kau pasti berjuang sangat keras kan.
Terimakasih untuk tetap kuat Min, kau masih tetap Sungminku yang dulu.
Kini
aku sudah berada di hadapanmu Min, segera saja aku rengkuh tangan
lemahmu itu, kulit seputih susumu sekarang terlihat pucat sama seperti
kulit ku. Kita sekarang pasangan berkulit pucat Min, candaku pada diriku
sendiri.
"Kyuh" katamu kepadaku.
"Mianhae"
katamu lagi, segera saja aku mengelus lembut puncak kepalamu dan
mengecup keningmu dengan lembut. Setelah cukup lama akhirnya aku
melepaskan kecupanku dan memandangmu lembut walau mataku masih terasa
panas.
"Kau
tak pernah berbuat salah Min, kau adalah seorang malaikat yang selalu
sempurna untukku" kataku kemudian, kulihat wajahmu kembali menyendu,
senyuman pucatmu kini telah hilang. Apa lagi yang kau pikirkan, apa aku
salah mengucapkan kata kata itu. Semua yang aku ucapkan itu jujur Min
dari dalam hatiku sendiri.
Tak
lama senyum pucat mu kembali lagi, sontak aku kembali tersenyum
untukmu. Tangan lemahmu melepaskan pegangan tanganku dan kemudian kau
mengelus pipiku dengan lembut.
"Kalau begitu . . . biarkanlah malaikatmu ini kembali ke sisi Tuhannya Kyu"
Senyumku
kini yang memudar dan lenyap menyesalkan setiap kata yang kau ucapkan,
kenapa kau mengatakan hal itu lagi Min. Bahkan aku masih bisa merasakan
kehangatan sentuhan tanganmu, tapi kenapa kata katamu tak sehangat
sentuhanmu. Kenapa kata katamu sedingin es untukku Min.
Aku
terus diam tak menjawab kata kata yang kau katakan padaku, hatiku
seperti kau bekukan Min hingga aku sendiri tak bisa berkata apapun.
"Kyu" lirihmu lagi.
"Kajja
ke pantai" pintamu, aku masih diam hingga beberapa saat, kemudian
sentuhan hangat tanganmu tak lagi aku rasakan. Kenapa kau melepasnya
Min, itu satu satu kehangatan yang kau berikan padaku sekarang.
"Jebal
Kyu, jebal" Rengekmu padaku, kemudian kau mengerucutkan bibirmu, aku
pun tersenyum kemudian, kau bahkan masih sangat imut Min saat seperti
ini.
"Ne, tapi aku harus ijin dulu dengan Dokter Kim" kataku padamu, kulihat kau tersenyum pucat lagi lalu mengangguk.
Aku
segera keluar dari kamar untuk mencari Dokter Kim di ruangannya. Aku
sebenarnya masih ragu untuk mengiyakan permintaanmu Min tapi kenapa aku
tak bisa menolaknya. Yah, kau selalu bisa membuatku menuruti
permintaanmu Min, bahkan sangat konyol sekalipun.
Flashback ON
"Kyu, kau mencintaiku kan" katamu padaku sambil memelukku dari belakang.
"Tentu
saja Min, aku sangat sangat sangat mencintaimu" jawabku kemudian, tak
lama kau melepas pelukanmu dan menghadap ke arahku sambil tersenyum,
entah kau tersenyum atau apa tapi aku merasakan ada hal yang buruk yang
akan menimpaku.
Kulihat
kau berjalan menuju ke sofa dan mengambil sebuah tas kertas, aku
penasaran apa yang ada di dalam sana. Apa yang akan kau rencanakan Cho
Sungmin, batinku.
"Kalau begitu kau mau melakukan sesuatu untukku kan Kyu" pintamu sambil membawa tas kertas itu.
Aku
tak tahu harus menjawab apa, tapi jika aku mengiyakan pasti isi dari
tas kertas itu hal yang sangat merugikanku pikirku. Kalau aku menolaknya
pasti kau akan marah dan minta pisah rumah. Aku benar benar bingung
harus menjawab apa.
"hiks" Aku langsung tersadar dari lamunanku ketika mendengar suara isakan itu.
"Kau
tak mencintaiku Kyu, hiks aku membencimu" katamu lagi, aku segera
memijat keningku sendiri, aigoo kenapa istriku sangat manja sih. Tak
lama majalah yang ada di tanganku ku letakkan di meja dan mendekat ke
arahmu. Mengelus rambutmu dan langsung memelukmu.
"ne, ne aku mau Min, tapi sudah jangan menangis ne" kataku.
"Jinjja"
katamu dengan suara serak sambil menatapku, aku pun mengangguk sambil
tersenyum. Kau juga tersenyum dan segera melepas pelukanku.
Kau
segera membuka tas kertas itu tanpa menghapus air matamu sendiri, aku
terus memandangmu yang tampak bersemangat kini. Kau benar benar aktor
yang sangat baik Cho Sungmin, batinku sambil geleng geleng kepala.
"Cha"
katamu sambil menunjukkan apa yang ada di dalam tas kertas itu di
hadapanku, segera saja aku langsung membelalakan mataku kaget.
"Min, itu" kataku sambil menunjuk apa yang tengah kau bawa.
"Ini,
ini kostum kelinci Kyu, kau pakai ne, aku juga punya kepalanya loh
sebentar ne" katamu sambil menyerahkan kostum itu kepadaku, lalu berlalu
menuju ke kamar kita berdua.
Aku
menatap horror kostum kelinci berwarna pink di tanganku ini, kemudian
tak lama kau datang dan menyodorkan kepala kelinci yang cukup besar.
"aku
tak mau tahu, kau harus memakainya Kyu, kau sudah janji" katamu sambil
menatapku tajam. Mau tak mau aku mengambil kepala kelinci itu dan segera
masuk ke dalam kamar untuk mengganti baju.
Masih
dengan ragu aku melihat kostum kelinci berwarna pink yang sekarang aku
letakkan di atas kasur. Apa aku benar benar akan memakainya, tapi ini
akan menjatuhkan harga diriku sebagai manusia tertampan.
"KYU
CEPAT" teriak dari luar kamar, segera aku menanggalkan bajuku dan
menggantinya dengan kostum kelinci ini. Setelah semua aku pakai, aku
menatap diriku di cermin. Ini benar benar memalukan.
Aku
keluar dari kamar dan di sambut suara tawa yang begitu memekakan
telingaku. Aku memandangmu yang tampak tertawa keras sambil memegang
sebuah handycam di tanganmu.
"YA!
Min, kenapa kau merekamnya, kemarikan handycam itu" kataku sambil
mencoba berlari untuk mengambil handycam dari tanganmu, tapi dengan
kostum kelinci ini membuatku harus terjatuh beberapa kali dan kau malah
asyik tertawa di sana.
"CHO SUNGMIN" teriakku.
Flashback OFF
Aku
terkadang masih sangat kesal mengingat kejadian waktu itu, aku masih
ingat betapa konyolnya aku saat itu. Aku terus mengingat kejadian itu
hingga tanpa sadar aku sampai di ruangan Dokter Kim.
Tok Tok Tok
"Masuk"
katanya dari dalam, segera saja aku masuk ke dalam ruangan Dokter Kim.
Kulihat dia tampak begitu serius dengan tumpukan berkas berkas yang tak
aku tahu.
"Oh Tuan Cho" katanya ketika aku sudah duduk di kursi depan mejanya, dia melihatku dengan sedikit kaget.
"Ada apa?" tanyanya.
"Aku ingin mengajak Sungmin untuk ke pantai dekat sini Dokter Kim" kataku langsung, kulihat dia tampak berpikir.
"Tapi,
itu bisa menurunkan kondisi Sungmin Tuan Cho" kata Dokter Kim padaku,
sekarang gantian aku yang berfikir, benar juga apa kata Dokter Kim, tapi
tiba tiba bayangan saat kau merengek kepadaku melintas hingga
menguatkanku.
"Ku mohon Dok" kataku, kulihat Dokter Kim kembali berfikir.
"Hah,
kalau begitu silakan bawa Sungmin ke pantai Tuan Cho, tapi jangan
sampai buat dia kelelahan" kata Dokter Kim kemudian. Aku segera
mengangguk dan berlalu dari ruangan Dokter Kim.
Semoga kau senang Min setelah ini, batinku sambil aku berjalan semakin cepat ke kamarmu.
Aku
langsung membuka pintu kamar rawatmu, saat aku sudah berada di dalam
aku langsung tersenyum melihatmu sudah berganti dengan pakaian biasa dan
menggunakan jaket tebal. Kau selalu saja seenaknya Min, bagaimana nanti
kalau kita tak boleh keluar, pikirku sendiri.
"sepertinya
kau sudah siap Min" kataku padamu, kulihat kau tersenyum dan segera
menggandeng tanganku, tapi aku diam tak bergeming dari tempatku.
"Kyu" katamu.
Tanpa
menjawab kata katamu aku langsung berjongkok membelakangimu, ku harap
kau tahu apa maksudku Min. Tak lama kau segera naik ke punggungku,
segera aku langsung berdiri. Senyum tipisku tak lepas sama sekali dari
bibirku.
"Kyu
aku berat ya" katamu saat kami baru sampai depan rumah sakit, aku
segera menengok ke samping kiriku dan sedikit memandangmu di belakang.
"tidak
Min, kau semakin langsing sekarang" kataku padamu. Kau memang tidak
berat Min, kau sudah semakin kurus sekarang. Badanmu tak lagi berisi
lagi sekarang.
Aku
terus menggendongmu sambil bercerita banyak hal. Sekarang aku berusaha
untuk membahagiakanmu lagi Min, tak jarang aku sering mendengar suara
tawamu itu di sela sela guyonanku Min.
Suara
deburan ombak sudah masuk ke pendengaranku, memang pantai sudah ada di
hadapan kita berdua sekarang. Tapi aku tak akan menurunkanmu Min, aku
masih sangat ingat pesan Dokter Kim tadi sebelum mengijinkan kita berdua
pergi.
"Kyu,
kau masih ingat kan waktu kau menggosongkan ikanku saat kita berpiknik
di sini" katamu, aku menerawang jauh dan mengingat kejadian itu. Kau
bahkan masih mengingat kejadian tepat sehari setelah pernikahan kita Min
pasti banyak sekali yang kau ingat saat kita bersama, tapi ku harap
bukan hanya hal saat aku konyol saja kau ingat Min.
"Tentu saja Min" jawabku sambil terus mengajakmu berjalan menyusuri pantai.
"Dan
kau hanya diam menikmati ikan mu sendiri kan Kyu, kau menyebalkan saat
itu" katamu lagi sambil memukuli dadaku. Reflek aku pun jatuh ke samping
karena tidak siap, kita berdua jatuh ke dalam air, aku meringis
kesakitan tapi kau ternyata malah tertawa sambil bermain main dengan air
pantai.
"Eoh
kau nakal Min" kataku padamu, kemudian aku berdiri dan menggendongmu
ala bridal style, kau malah semakin tertawa sambil mengalungkan tanganmu
ke leherku. Aku sekarang memandang wajahmu yang tampak semakin pucat.
"Min,
kau pucat sekali kajja kita kembali ke rumah sakit" kataku padamu, tawa
bahagiamu langsung lenyap seketika berganti dengan sendu.
"Ani Kyu, aku ingin di sini" katamu padaku.
"Tapi Min" kataku kemudian. Kulihat kau terdiam cukup lama dan tersenyum lembut menghiasai wajah pucatmu.
"Ne
Tuan Cho Kyuhyun, tapi aku mau kau gendong di belakang" katamu dengan
lirih kemudian, aku tersenyum lega kemudian menurunkanmu dari gendongan
bridal style ku, segera aku jongkok membelakangimu dan kau segera naik
ke punggungku. Tanganmu terasa sangat dingin Min saat menyentuh kulitku,
apa yang terjadi padamu Min.
Aku
berjalan dengan cepat untuk segera ke rumah sakit rasa khawatir sudah
menguasaiku sekarang, tapi kita sudah berjalan cukup jauh Min. Aku harap
ini akan baik baik saja, aku takut kehilanganmu Min sungguh.
Bertahanlah, kumohon untuk sekali lagi bertahanlah.
"Kau
terlalu cepat Kyu" lirihmu tepat di telingaku, tak sengaja bibirmu
menyetuh telingaku, rasanya semakin dingin Min. Sebenarnya apa yang
terjadi padamu, kenapa seluruh badanmu dingin. Kurasakan pegangan
tanganmu yang semula kencang kini mengendur dan bahkan terlepas. Sontak
aku berhenti dari jalan cepatku.
"Min" panggilku perlahan.
"Min"
panggilku lagi, tapi kau tak menjawabnya Min. Apa kau tertidur karena
terlalu lela, tapi air mataku juga ikut turun. Kenapa Min air mataku
turun dan juga hatiku terasa sakit.
Min
kenapa kakiku serasa sangat lemas sekarang, rasanya aku ingin terjatuh
kali ini. Tapi bagaimana denganmu kalau aku jatuh Min, batinku sendiri.
Srak
Bruk
Akhirnya
kita berdua jatuh ke pasir pantai yang entah kenapa ada noda darah
segar di sana. Aku segera bangun dan mendapatimu dengan mata terpejam
dan darah terus mengalir dari hidungmu. Tanganmu bergetar saat menyentuh
kulitmu yang sedingin es itu. .
"Min,
bangunlah Min" kataku sambil mengangkatnya dan menumpukan kepalanya di
lenganku. Air mataku terus menetes tiada henti bersama dengan darah yang
terus mengalir dari hidungmu.
"Demi
Tuhan Min, ku mohon bangun" kataku dengan nada semakin bergetar
sekarang, tapi kenapa kau tak mau bangun Min. Apa kau marah padaku
karena aku menjatuhkan kita berdua, kalau begitu maafkan aku Min, tapi
kumohon bangunlah.
Aku
terus menggoyang goyangkan badanmu tapi kau tetap saja tak mau bangun.
Apa kau benar benar meninggalkanku Min, aku tak sanggup Min bila kau
pergi, ku mohon kembali lah sekarang Min, aku sangat rapuh tanpamu.
Ku
seka perlahan dengan tanganku darah yang masih keluar dari hidungmu,
tapi kenapa darahmu tak mau berhenti Min bahkan deru nafasmu sudah tidak
ada Min. Kenapa kau tega Min meninggalkanku.
"Min
ku mohon" kataku sambil memelukmu dengan erat, aku begitu sakit Min kau
benar benar meninggalkanku. Kenapa kau tak mengajakku menemui Tuhanmu,
kenapa kau biarkan aku berdiri sendiri di sini Min.
Aku
lepaskan pelukanku dan mengecup keningmu lalu kedua matamu dan bibirmu
dengan lama. Baru setelah itu aku menggendongmu ala bridal style, aku
berjalan menuju ke laut. Cahaya matahari sore yang berwarna jingga
menemaniku. Menemani perjalanan kita berdua Min, aku tak akan pernah
meninggalkanmu lagi setelah ini.
Semakin
lama air laut mulai membenamkan tubuhku dan tubuhmu, perlahan lahan
hingga kita berdua berada di dalam air. Aku menutup mataku, kubiarkan
air laut masuk ke dalam hidungku. Rasa sesak mulai menguasaiku, aku tak
bisa bernafas. Bahkan paru paruku seolah meminta pasukan udara, tapi aku
tak bisa. Biarlah, biarlah aku mati perlahan bersamamu Min.
Pandangan
mataku mulai mengabur dan menutup, detik demi detik aku merasakan
tubuhku lemas. Hingga akhirnya aku benar benar tak bisa merasakan diriku
lagi. Yang aku tahu hanyalah kegelapan.
'Kyu'
Aku
mendengar sebuah suara, suara yang sangat aku hafal, dia adalah Cho
Sungminku. Perlahan, kegelapan yang kurasakan berubah menjadi terang
benderang, semuanya berwarna putih terang. Dan aku melihat Sungminku
tersenyum manis seperti malaikat.
'Min'
Kataku sambil mencoba mendekat ke arahmu, tapi dari arah belakangku
seperti sebuah lubang angin yang terus menarikku untuk menjauh darimu
Min, bantu aku Min.
'Saranghae Kyu'
Terimakasih
Min sudah memberikanku kekuatan. Segera kumantapkan lagi diriku, aku
terus berusaha menarik diriku untuk jauh dari lubang itu, kulihat sebuah
uluran tangan lembut tak jauh dariku. Aku tahu Min pasti kau ingin aku
bersamamu kan. Aku terus berusaha mendekat ke arahmu, uluran tanganmu
semakin dekat, dekat dan akhirnya aku bisa menangkapnya.
'Nado Saranghae Cho Sungmin' Kataku sambil memelukmu Min.
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar