Minggu, 05 Oktober 2014

Day By Day chap 2

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, dan cast yang lain akan muncul satu persatu;

Chapter 2 : With You 'Till Dead

==000==

Kyuhyun POV

Lagi lagi air matamu itu keluar Min, sudah ku mohon hentikanlah. Apa kau masih ragu dengan apa yang selama ini aku katakan, aku sungguh sungguh mencintaimu Min tak peduli bagaimana keadaanmu sekarang. Aku akan terus berada di sampingmu sampai kau yang akan meninggalkanku Min, walau hati ini tak kuat harus melihatmu menyerah pada hidupmu sendiri. Ku mohon Min bertahanlah denganku sampai kau benar benar meninggalkanku, tak peduli kau terus mengatakan tak mencintaiku, tapi aku tahu Min kau begitu mencintaiku.

Aku menegakkan kepalamu dan menghapus air matamu itu, mencoba memberikan kekuatan untukmu. Walau aku sendiri masih begitu rapuh untuk bisa menguatkanmu Min.

"kau tak perlu memikirkanku Min, percayalah padaku, biarkan aku menemanimu" kataku padamu, kulihat matamu memancarkan kebimbangan, apa  yang kau ragukan Min, kau masih melihatku di sini. Kau masih bisa merasakan sentuhan lembutku bahkan detak jantungku, tapi kenapa kau masih ragu Min.

"Aku tak akan sembuh lagi Kyu, aku . . aku . . hanya akan membebanimu"


"cukup hentikan Min, persetan dengan kanker otak yang kau derita, kau tak akan pernah membebaniku" kataku dengan sedikit kasar mungkin, oh tuhan apa yang aku katakan kenapa aku sampai membentakmu. Kulirik lagi wajahmu yang terlihat datar itu, tapi aku tahu Min hatimu pasti sakit kan sama sepertiku yang merasakan nyeri hatiku ketika aku membentakmu.

Benar kan Min hatimu pasti sangat terluka terbukti dari air matamu yang tiba tiba turun menghiasi wajah yang tetap kau pertahan untuk datar itu. Maafkan aku Min sungguh, kataku dalam hati sambil memelukmu. Kenapa kata kata itu serasa sangat sulit untuk kukatakan Min.

Aku terus memelukmu sebagai tanda maafku padamu Min, tapi tiba tiba pelukanku kau lepas, wajah datarmu berubah tegas. Kau bahkan masih begitu kuat sekarang Min, tapi kenapa kau ingin melepaskanku, kau tak pertahankan aku.

"Aku peduli Kyu, Aku sangat peduli tentang penyakitku, kita tak bisa lagi hidup normal Kyu, kau bodoh benar benar bodoh bila harus terus berada di sisi namja yang sekarat ini" bentakmu padaku, aku benar benar kaget sekarang, selama kita bersama kau belum pernah membentakku Min. Apa kau membalas bentakanku tadi, kalau begitu aku akan menerimanya dengan senang hati. Kulihat kau tampak terengah engah, tiba tiba tanganmu terarah menuju ke kepalamu. Apa yang kau rasakan Min, apa lagi lagi kau merasakan sakit.

"min" kataku sambil mencoba menenangkanmu, tapi kau menepisnya. Kenapa Min, apa kau benar benar marah padaku. Sungguh aku benar benar minta maaf bila sudah menyakiti hatimu.

"Kenapa kau peduli padaku Cho Kyuhyun, kau masih bisa hidup puluhan tahun lagi tapi kenapa kau begitu bodoh masih menemaniku" bentakmu lagi padaku, aku hanya diam seolah kehilangan kata kata, kulihat tanganmu semakin gencar menjambaki rambutmu sendiri, reflek aku terus mencoba untuk menenangkanmu tapi kau terus saja menolaknya sekarang.

Tes Tes

Lagi lagi darah segar itu keluar dari hidungmu, reflek aku panik dan keluar mencari dokter yang sudah beberapa bulan terakhir ini merawatmu tanpa sepengetahuanku. Kau sungguh pandai Min menyembunyikannya dariku. Tapi kenapa kau sembunyikan bila akhirnya kau semakin lemah seperti ini.

"Dokter Dokter" teriakku kalap hingga seluruh penghuni rumah sakit memandangku karena merasa terganggu. Tak lama dokter itu muncul dengan tergesa gesa dan menghampiriku, segera aku tarik dia menuju ke dalam kamar rawat Sungmin.

Kami sampai di dalam kamar rawat, saat aku membuka pintu jantungku seolah terasa berhenti berdetak mataku terus saja mengeluarkan cairan bening, kakiku serasa lemas dan tak bisa menopang berat tubuhku sendiri hingga aku jatuh ke bawah.

Min, apa aku terlambat menyelamatkanmu, melihatmu dengan mata terpejam dan darah terus menerus mengalir dari hidungmu membuatku merasa tak berguna. Ku mohon Min bertahanlah untukku dan orang orang yang masih menyayangimu. Tak lama beberapa suster membantuku berdiri dan mendudukanku di kursi depan kamar.

"selamatkan istriku Tuhan kumohon" lirihku dengan air mata yang semakin deras menetes dari mataku.
Aku menunggu dalam gelisah dan berharap semuanya akan baik baik saja, aku terus menerus berdoa untuk keselamatanmu Min. Walau bibirku sekarang terasa asin karena air mataku yang masuk ke dalam mulutku.

Seandainya aku tahu sejak awal pasti semuanya tidak akan seperti ini, sungguh Min kenapa aku masih merasa kau begitu bodoh tak mengatakan padaku sejak awal. Kenapa kau lebih suka menyimpannya sendiri dan membahayakan nyawamu sekarang. Kalau boleh aku jujur, aku sangat tidak ingin kau pergi Min, aku masih ingin terus bersamamu sampai tua nanti.

Aku sekarang bahkan tak tahu sudah berapa lama menunggu, yang ada di pikiranku hanyalah kau Min. Kumohon bertahanlah kuatkan dirimu sendiri, jangan menyerah sekarang kau harus kuat, setidaknya kau harus kuat demi aku Min. Aku masih di sini mengharapkanmu kembali danmenemaniku walau aku tahu hanya singkat, ku mohon Min dengarkan permintaanku ini.

Cklek

Aku langsung mendongak begitu mendegar bunyi pintu di buka, dengan kekuatanku yang masih tersisa aku berdiri dan mendatangi dokter yang aku tahu bernama Kim Jungmo.

"Dokter Kim" kataku penuh pengharapan. Ku lihat dia menepuk pelan bahuku dengan tangan kanannya.

"Tuhan masih memberinya kesempatan Tuan Cho, temuilah sekarang" kata Dokter Kim padaku, aku hanya mengangguk dan tersenyum tipis, kulihat Dokter Kim dan beberapa suster mulai menjauh, aku melihatnya sebentar kemudian masuk ke dalam kamar.

Pandangan mataku semakin menyendu ketika melihatmu terbaring lemah, seandainya aku bisa menggantikan semua penderitaanmu Min. Seandainya, sekarang aku hanya bisa berkata seandainya.

"Min" Lirihku saat matamu menatap tepat ke arahku, semuanya sudah hilang Min, mata bersinar itu sudah tidak ada lagi. Senyum manismu sekarang sudah berganti dengan senyum pucat. Tapi aku masih sangat bersyukur karena kau masih ada di sini sekarang Min, kau pasti berjuang sangat keras kan. Terimakasih untuk tetap kuat Min, kau masih tetap Sungminku yang dulu.

Kini aku sudah berada di hadapanmu Min, segera saja aku rengkuh tangan lemahmu itu, kulit seputih susumu sekarang terlihat pucat sama seperti kulit ku. Kita sekarang pasangan berkulit pucat Min, candaku pada diriku sendiri.

"Kyuh" katamu kepadaku.

"Mianhae" katamu lagi, segera saja aku mengelus lembut puncak kepalamu dan mengecup keningmu dengan lembut. Setelah cukup lama akhirnya aku melepaskan kecupanku dan memandangmu lembut walau mataku masih terasa panas.

"Kau tak pernah berbuat salah Min, kau adalah seorang malaikat yang selalu sempurna untukku" kataku kemudian, kulihat wajahmu kembali menyendu, senyuman pucatmu kini telah hilang. Apa lagi yang kau pikirkan, apa aku salah mengucapkan kata kata itu. Semua yang aku ucapkan itu jujur Min dari dalam hatiku sendiri.

Tak lama senyum pucat mu kembali lagi, sontak aku kembali tersenyum untukmu. Tangan lemahmu melepaskan pegangan tanganku dan kemudian kau mengelus pipiku dengan lembut.

"Kalau begitu . . . biarkanlah malaikatmu ini kembali ke sisi Tuhannya Kyu"

Senyumku kini yang memudar dan lenyap menyesalkan setiap kata yang kau ucapkan, kenapa kau mengatakan hal itu lagi Min. Bahkan aku masih bisa merasakan kehangatan sentuhan tanganmu, tapi kenapa kata katamu tak sehangat sentuhanmu. Kenapa kata katamu sedingin es untukku Min.

Aku terus diam tak menjawab kata kata yang kau katakan padaku, hatiku seperti kau bekukan Min hingga aku sendiri tak bisa berkata apapun.

"Kyu" lirihmu lagi.

"Kajja ke pantai" pintamu, aku masih diam hingga beberapa saat, kemudian sentuhan hangat tanganmu tak lagi aku rasakan. Kenapa kau melepasnya Min, itu satu satu kehangatan yang kau berikan padaku sekarang.

"Jebal Kyu, jebal" Rengekmu padaku, kemudian kau mengerucutkan bibirmu, aku pun tersenyum kemudian, kau bahkan masih sangat imut Min saat seperti ini.

"Ne, tapi aku harus ijin dulu dengan Dokter Kim" kataku padamu, kulihat kau tersenyum pucat lagi lalu mengangguk.

Aku segera keluar dari kamar untuk mencari Dokter Kim di ruangannya. Aku sebenarnya masih ragu untuk mengiyakan permintaanmu Min tapi kenapa aku tak bisa menolaknya. Yah, kau selalu bisa membuatku menuruti permintaanmu Min, bahkan sangat konyol sekalipun.

Flashback ON

"Kyu, kau mencintaiku kan" katamu padaku sambil memelukku dari belakang.

"Tentu saja Min, aku sangat sangat sangat mencintaimu" jawabku kemudian, tak lama kau melepas pelukanmu dan menghadap ke arahku sambil tersenyum, entah kau tersenyum atau apa tapi aku merasakan ada hal yang buruk yang akan menimpaku.

Kulihat kau berjalan menuju ke sofa dan mengambil sebuah tas kertas, aku penasaran apa yang ada di dalam sana. Apa yang akan kau rencanakan Cho Sungmin, batinku.

"Kalau begitu kau mau melakukan sesuatu untukku kan Kyu" pintamu sambil membawa tas kertas itu.

Aku tak tahu harus menjawab apa, tapi jika aku mengiyakan pasti isi dari tas kertas itu hal yang sangat merugikanku pikirku. Kalau aku menolaknya pasti kau akan marah dan minta pisah rumah. Aku benar benar bingung harus menjawab apa.

"hiks" Aku langsung tersadar dari lamunanku ketika mendengar suara isakan itu.

"Kau tak mencintaiku Kyu, hiks aku membencimu" katamu lagi, aku segera memijat keningku sendiri, aigoo kenapa istriku sangat manja sih. Tak lama majalah yang ada di tanganku ku letakkan di meja dan mendekat ke arahmu. Mengelus rambutmu dan langsung memelukmu.

"ne, ne aku mau Min, tapi sudah jangan menangis ne" kataku.

"Jinjja" katamu dengan suara serak sambil menatapku, aku pun mengangguk sambil tersenyum. Kau juga tersenyum dan segera melepas pelukanku.

Kau segera membuka tas kertas itu tanpa menghapus air matamu sendiri, aku terus memandangmu yang tampak bersemangat kini. Kau benar benar aktor yang sangat baik Cho Sungmin, batinku sambil geleng geleng kepala.

"Cha" katamu sambil menunjukkan apa yang ada di dalam tas kertas itu di hadapanku, segera saja aku langsung membelalakan mataku kaget.

"Min, itu" kataku sambil menunjuk apa yang tengah kau bawa.

"Ini, ini kostum kelinci Kyu, kau pakai ne, aku juga punya kepalanya loh sebentar ne" katamu sambil menyerahkan kostum itu kepadaku, lalu berlalu menuju ke kamar kita berdua.

Aku menatap horror kostum kelinci berwarna pink di tanganku ini, kemudian tak lama kau datang dan menyodorkan kepala kelinci yang cukup besar.

"aku tak mau tahu, kau harus memakainya Kyu, kau sudah janji" katamu sambil menatapku tajam. Mau tak mau aku mengambil kepala kelinci itu dan segera masuk ke dalam kamar untuk mengganti baju.

Masih dengan ragu aku melihat kostum kelinci berwarna pink yang sekarang aku letakkan di atas kasur. Apa aku benar benar akan memakainya, tapi ini akan menjatuhkan harga diriku sebagai manusia tertampan.

"KYU CEPAT" teriak dari luar kamar, segera aku menanggalkan bajuku dan menggantinya dengan kostum kelinci ini. Setelah semua aku pakai, aku menatap diriku di cermin. Ini benar benar memalukan.

Aku keluar dari kamar dan di sambut suara tawa yang begitu memekakan telingaku. Aku memandangmu yang tampak tertawa keras sambil memegang sebuah handycam di tanganmu.

"YA! Min, kenapa kau merekamnya, kemarikan handycam itu" kataku sambil mencoba berlari untuk mengambil handycam dari tanganmu, tapi dengan kostum kelinci ini membuatku harus terjatuh beberapa kali dan kau malah asyik tertawa di sana.

"CHO SUNGMIN" teriakku.

Flashback OFF

Aku terkadang masih sangat kesal mengingat kejadian waktu itu, aku masih ingat betapa konyolnya aku saat itu. Aku terus mengingat kejadian itu hingga tanpa sadar aku sampai di ruangan Dokter Kim.

Tok Tok Tok

"Masuk" katanya dari dalam, segera saja aku masuk ke dalam ruangan Dokter Kim. Kulihat dia tampak begitu serius dengan tumpukan berkas berkas yang tak aku tahu.

"Oh Tuan Cho" katanya ketika aku sudah duduk di kursi depan mejanya, dia melihatku dengan sedikit kaget.

"Ada apa?" tanyanya.

"Aku ingin mengajak Sungmin untuk ke pantai dekat sini Dokter Kim" kataku langsung, kulihat dia tampak berpikir.

"Tapi, itu bisa menurunkan kondisi Sungmin Tuan Cho" kata Dokter Kim padaku, sekarang gantian aku yang berfikir, benar juga apa kata Dokter Kim, tapi tiba tiba bayangan saat kau merengek kepadaku melintas hingga menguatkanku.

"Ku mohon Dok" kataku, kulihat Dokter Kim kembali berfikir.

"Hah, kalau begitu silakan bawa Sungmin ke pantai Tuan Cho, tapi jangan sampai buat dia kelelahan" kata Dokter Kim kemudian. Aku segera mengangguk dan berlalu dari ruangan Dokter Kim.

Semoga kau senang Min setelah ini, batinku sambil aku berjalan semakin cepat ke kamarmu.

Aku langsung membuka pintu kamar rawatmu, saat aku sudah berada di dalam aku langsung tersenyum melihatmu sudah berganti dengan pakaian biasa dan menggunakan jaket tebal. Kau selalu saja seenaknya Min, bagaimana nanti kalau kita tak boleh keluar, pikirku sendiri.

"sepertinya kau sudah siap Min" kataku padamu, kulihat kau tersenyum dan segera menggandeng tanganku, tapi aku diam tak bergeming dari tempatku.

"Kyu" katamu.

Tanpa menjawab kata katamu aku langsung berjongkok membelakangimu, ku harap kau tahu apa maksudku Min. Tak lama kau segera naik ke punggungku, segera aku langsung berdiri. Senyum tipisku tak lepas sama sekali dari bibirku.

"Kyu aku berat ya" katamu saat kami baru sampai depan rumah sakit, aku segera menengok ke samping kiriku dan sedikit memandangmu di belakang.

"tidak Min, kau semakin langsing sekarang" kataku padamu. Kau memang tidak berat Min, kau sudah semakin kurus sekarang. Badanmu tak lagi berisi lagi sekarang.

Aku terus menggendongmu sambil bercerita banyak hal. Sekarang aku berusaha untuk membahagiakanmu lagi Min, tak jarang aku sering mendengar suara tawamu itu di sela sela guyonanku Min.

Suara deburan ombak sudah masuk ke pendengaranku, memang pantai sudah ada di hadapan kita berdua sekarang. Tapi aku tak akan menurunkanmu Min, aku masih sangat ingat pesan Dokter Kim tadi sebelum mengijinkan kita berdua pergi.

"Kyu, kau masih ingat kan waktu kau menggosongkan ikanku saat kita berpiknik di sini" katamu, aku menerawang jauh dan mengingat kejadian itu. Kau bahkan masih mengingat kejadian tepat sehari setelah pernikahan kita Min pasti banyak sekali yang kau ingat saat kita bersama, tapi ku harap bukan hanya hal saat aku konyol saja kau ingat Min.

"Tentu saja Min" jawabku sambil terus mengajakmu berjalan menyusuri pantai.

"Dan kau hanya diam menikmati ikan mu sendiri kan Kyu, kau menyebalkan saat itu" katamu lagi sambil memukuli dadaku. Reflek aku pun jatuh ke samping karena tidak siap, kita berdua jatuh ke dalam air, aku meringis kesakitan tapi kau ternyata malah tertawa sambil bermain main dengan air pantai.

"Eoh kau nakal Min" kataku padamu, kemudian aku berdiri dan  menggendongmu ala bridal style, kau malah semakin tertawa sambil mengalungkan tanganmu ke leherku. Aku sekarang memandang wajahmu yang tampak semakin pucat.

"Min, kau pucat sekali kajja kita kembali ke rumah sakit" kataku padamu, tawa bahagiamu langsung lenyap seketika berganti dengan sendu.

"Ani Kyu, aku ingin di sini" katamu padaku.

"Tapi Min" kataku kemudian. Kulihat kau terdiam cukup lama dan tersenyum lembut menghiasai wajah pucatmu.

"Ne Tuan Cho Kyuhyun, tapi aku mau kau gendong di belakang" katamu dengan lirih kemudian, aku tersenyum lega kemudian menurunkanmu dari gendongan bridal style ku, segera aku jongkok membelakangimu dan kau segera naik ke punggungku. Tanganmu terasa sangat dingin Min saat menyentuh kulitku, apa yang terjadi padamu Min.

Aku berjalan dengan cepat untuk segera ke rumah sakit rasa khawatir sudah menguasaiku sekarang, tapi kita sudah berjalan cukup jauh Min. Aku harap ini akan baik baik saja, aku takut kehilanganmu Min sungguh. Bertahanlah, kumohon untuk sekali lagi bertahanlah.

"Kau terlalu cepat Kyu" lirihmu tepat di telingaku, tak sengaja bibirmu menyetuh telingaku, rasanya semakin dingin Min. Sebenarnya apa yang terjadi padamu, kenapa seluruh badanmu dingin. Kurasakan pegangan tanganmu yang semula kencang kini mengendur dan bahkan terlepas. Sontak aku berhenti dari jalan cepatku.

"Min" panggilku perlahan.

"Min" panggilku lagi, tapi kau tak menjawabnya Min. Apa kau tertidur karena terlalu lela, tapi air mataku juga ikut turun. Kenapa Min air mataku turun dan juga hatiku terasa sakit.

Min kenapa kakiku serasa sangat lemas sekarang, rasanya aku ingin terjatuh kali ini. Tapi bagaimana denganmu kalau aku jatuh Min, batinku sendiri.

Srak

Bruk

Akhirnya kita berdua jatuh ke pasir pantai yang entah kenapa ada noda darah segar di sana. Aku segera bangun dan mendapatimu dengan mata terpejam dan darah terus mengalir dari hidungmu. Tanganmu bergetar saat menyentuh kulitmu yang sedingin es itu. .

"Min, bangunlah Min" kataku sambil mengangkatnya dan menumpukan kepalanya di lenganku. Air mataku terus menetes tiada henti bersama dengan darah yang terus mengalir dari hidungmu.

"Demi Tuhan Min, ku mohon bangun" kataku dengan nada semakin bergetar sekarang, tapi kenapa kau tak mau bangun Min. Apa kau marah padaku karena aku menjatuhkan kita berdua, kalau begitu maafkan aku Min, tapi kumohon bangunlah.

Aku terus menggoyang goyangkan badanmu tapi kau tetap saja tak mau bangun. Apa kau benar benar meninggalkanku Min, aku tak sanggup Min bila kau pergi, ku mohon kembali lah sekarang Min, aku sangat rapuh tanpamu.

Ku seka perlahan dengan tanganku darah yang masih keluar dari hidungmu, tapi kenapa darahmu tak mau berhenti Min bahkan deru nafasmu sudah tidak ada Min. Kenapa kau tega Min meninggalkanku.

"Min ku mohon" kataku sambil memelukmu dengan erat, aku begitu sakit Min kau benar benar meninggalkanku. Kenapa kau tak mengajakku menemui Tuhanmu, kenapa kau biarkan aku berdiri sendiri di sini Min.

Aku lepaskan pelukanku dan mengecup keningmu lalu kedua matamu dan bibirmu dengan lama. Baru setelah itu aku menggendongmu ala bridal style, aku berjalan menuju ke laut. Cahaya matahari sore yang berwarna jingga menemaniku. Menemani perjalanan kita berdua Min, aku tak akan pernah meninggalkanmu lagi setelah ini.

Semakin lama air laut mulai membenamkan tubuhku dan tubuhmu, perlahan lahan hingga kita berdua berada di dalam air. Aku menutup mataku, kubiarkan air laut masuk ke dalam hidungku. Rasa sesak mulai menguasaiku, aku tak bisa bernafas. Bahkan paru paruku seolah meminta pasukan udara, tapi aku tak bisa. Biarlah, biarlah aku mati perlahan bersamamu Min.

Pandangan mataku mulai mengabur dan menutup, detik demi detik aku merasakan tubuhku lemas. Hingga akhirnya aku benar benar tak bisa merasakan diriku lagi. Yang aku tahu hanyalah kegelapan.

'Kyu'

Aku mendengar sebuah suara, suara yang sangat aku hafal, dia adalah Cho Sungminku. Perlahan, kegelapan yang kurasakan berubah menjadi terang benderang, semuanya berwarna putih terang. Dan aku melihat Sungminku tersenyum manis seperti malaikat.

'Min' Kataku sambil mencoba mendekat ke arahmu, tapi dari arah belakangku seperti sebuah lubang angin yang terus menarikku untuk menjauh darimu Min, bantu aku Min.

'Saranghae Kyu'

Terimakasih Min sudah memberikanku kekuatan. Segera kumantapkan lagi diriku, aku terus berusaha menarik diriku untuk jauh dari lubang itu, kulihat sebuah uluran tangan lembut tak jauh dariku. Aku tahu Min pasti kau ingin aku bersamamu kan. Aku terus berusaha mendekat ke arahmu, uluran tanganmu semakin dekat, dekat dan akhirnya aku bisa menangkapnya.

'Nado Saranghae Cho Sungmin' Kataku sambil memelukmu Min.

END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar